Kementan Segera Sediakan Teknologi Pertanian Adaptif Perubahan Iklim Global

zehrabilgisayar.net, Pertanian – Beberapa peneliti di seluruh dunia hadir pada pertemuan tahunan tentang perubahan iklim, “tanggal 9 Rumah Kaca World Alliance Gas Research in Agriculture” (GRA) di Bali 06-07 Oktober 2019 dengan subjek utama untuk diskusi dan mengevaluasi kemajuan dari kegiatan GRA dan memperoleh kontribusi bagi peningkatan tujuan strategis dan bagaimana.

Direktur penelitian dan pengembangan sumber daya lahan, Dr Husnain mengatakan bahwa semangat pertemuan ini adalah untuk membuka kesempatan penelitian yang berkaitan dengan adaptasi teknologi untuk perubahan iklim, seperti negara-negara maju berfungsi untuk menyoroti ke mitigasi perubahan iklim. Sebagai negara berkembang dan berkontribusi terhadap pasokan pangan dunia, Indonesia perlu untuk berbagi pengalaman teknologi adaptif.

“Indonesia menawarkan paket teknologi terhadap perubahan iklim. Kami melakukan banyak hal pada antisipasi perubahan iklim global, “kata Husnain.

Menurut Husnain, Departemen Pertanian telah lama inovasi, melalui berbagai benih / bibit adaptasi tahan terhadap perubahan iklim, tahan kekeringan, konsep pertanian cerdas, pengelolaan air yang efisien dan penggunaan pupuk. Bahkan mekanisasi pertanian diterapkan sebagai upaya untuk membuka lahan pertanian, dan menghindari pembakaran lahan baru. “Dampaknya akan sangat ke atmosfer, dan kami didorong untuk terus digunakan untuk mencegah perubahan iklim yang ekstrim,” kata Husnain.

Hanya sebuah catatan, kegiatan GRA empat kelompok penelitian, yaitu padi, ternak, tanah dibudidayakan dan integratif. Setiap kelompok penelitian dengan pertemuan rutin untuk menilai kemajuan kegiatan yang sedang berlangsung dan juga membahas isu-isu saat ini. Selain itu, pertemuan tersebut akan digabungkan ke-5 Konferensi Dunia tentang ilmu pertanian cerdas iklim di Jimbaran, Bali pada 08-11 Oktober