Petani Diharapkan Olah Lahan Dengan Mekanisasi dan Teknologi

Kepala PPSDMP, Dedy mengatakan, pemerintah meminta perpanjangan Nursyamsi pertanian terus memberikan pendidikan jika tanah tanpa bahan bakar. Manfaat dari pengelolaan lahan terbakar menggunakan mekanisasi dan teknologi pengurai, menurut ramah Dedy lingkungan, mempertahankan bahan organik tanah dan jumlah nutrisi tanah dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Selain mekanisasi dan pengurai, yang juga membantu untuk mempertahankan keanekaragaman hayati, menghindari masalah hukum yang merugikan. Saya Kementan berharap ini akan membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh api, kabut (kabut) yang mengganggu kesehatan, transportasi dan kegiatan ekonomi, dan mengurangi risiko kebakaran.

Dalam hal ini, kepala keamanan pangan, pertanian dan provinsi hortikultura Riau, Ferry HC Ernaputra, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan dari pemerintah dalam mempromosikan sektor pertanian di wilayah perbatasan. Dia mengatakan bahwa dukungan benar-benar membantu petani dalam upaya untuk membersihkan cepat dan terukur.

“Alhamdulillah kami telah dipercaya untuk mengelola lahan pertanian dengan alat mesin canggih. Padahal masih mengharapkan bantuan dari orang lain bahkan lebih. Kami ingin provinsi kami berpartisipasi dalam program ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, di Desa Petani Agro Wisata, Awaldi Hasibuan mengaku tertantang masuknya mesin canggih yang diperkenalkan pemerintah pusat. Setidaknya, tantangan yang yang mengakibatkan produksi tanaman hortikultura seperti melon, pepaya, paprika, tomat dan sayuran.

“Alhamdulillah buah yang baik, sayuran juga baik. Produksi berjalan cepat karena pertanian sudah menggunakan mesin canggih. Kita ditantang untuk menghasilkan lebih banyak,” katanya.

Untuk informasi, Provinsi Riau masih hanya mendorong petani untuk mempersiapkan lahan tanpa membakar (burning nol). stimulus ini sejalan dengan terbitnya UU Nomor 18 tahun 2004. Penanaman Direktur Alsintan Jenderal PSP, Andi Nur Alam dia mengatakan telah mengerahkan puluhan alsintan Unit di Desa Ekowisata untuk membantu mempercepat penggarapan tangki dan produksi. Menurut petani alsintan ini mereka dapat digunakan secara optimal dan meningkatkan produksi.