PT Pertamina Bayar Kompensasi Tumpahan Minyak Karawang Sebesar Rp18 M

Zehrabilgisayar.net, Migas – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membayar ganti rugi awal kepada PT PHE Offshore North West Java (ONWJ) untuk penduduk yang terkena dampak tumpahan minyak di perairan Karawang di Jawa Barat. Total pembayaran 18,54 miliar rand dilakukan kepada 10.271 penduduk.

Sebelumnya, tumpahan minyak dimulai dengan munculnya gelembung gas selama kegiatan pengeboran YYA 1 pukul 13:30 pada hari Jumat (12/7). Lokasi proyek terletak sekitar 11 km dari pantai Cilamaya, di pantai utara Karawang, di Jawa Barat.

Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin, mengungkapkan bahwa kompensasi awal adalah dana cadangan untuk penduduk yang terkena dampak langsung.

“Nilai kompensasi yang diusulkan oleh mereka yang terkena dampak masih dihitung, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu,” kata Afif, dikutip dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (11/9).

Agar proses ini berjalan sesuai aturan, PHE bekerja sama dengan berbagai organisasi akademik dan konsultan sebagai penilai ekonomi untuk menentukan nilai kompensasi akhir.

Mekanisme pembayaran kliring awal melibatkan asosiasi bank negara, yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI, yang berlangsung pada 11 September, dari desa Sedari (Kecamatan Cibuaya) dan dari desa Tambaksari (Kabupaten Tirtajaya). Pembayaran yang sedang berlangsung akan dilakukan di daerah lain yang terkena dampak.

Wakil Presiden Hubungan, PHE Ifki Sukarya, menambahkan bahwa agar dana kompensasi dapat dibayarkan dengan cepat, warga harus membuat pernyataan yang telah disampaikan oleh bank selama proses aktivasi akun.

Kompensasi untuk penduduk yang bersangkutan berdasarkan data terverifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dia mengungkapkan bahwa FCT telah mengumpulkan data tentang warga yang terkena dampak pada 15-18 Agustus 2019 di tiga provinsi, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Wilayah ini dibagi menjadi tujuh kota dan kabupaten, yaitu Karawang, Bekasi, Kepulauan Seribu, Kabupaten Serang, Kota Serang, Tangerang dan Cilegon.