PT Pupuk Indonesia Siapkan 1,26 Ton Pupuk Hingga Tiga Bulan Kedepan

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan 1,26 juta ton pupuk bersubsidi. Jumlah stok cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan ke depan.

Manajer komunikasi perusahaan Fiji Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan stok disiapkan untuk musim tanam dari Oktober 2019 hingga Maret 2020. Bahkan stok yang disiapkan oleh Pupuk Indonesia melampaui misi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hingga dua minggu.

“Kami sedang mempersiapkan jumlah ini sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian. Persediaan pupuk itu tidak akan habis hingga musim tanam tahun ini.” kata Wijaya, Jumat (13/9).

Dia menambahkan bahwa, mengingat peningkatan permintaan pupuk, perusahaan telah menggandakan ketersediaan stok Jalur III, yaitu gudang di Kabupaten dan Lini IV, terutama di kios-kios resmi. .

Stok pupuk termasuk 532.106 ton pupuk urea, 375.510 ton pupuk NPK, 123.096 ton pupuk ZA, 123.012 ton pupuk SP-36 dan 114.979 ton pupuk. organik.

Pada saat yang sama, perusahaan pupuk publik dilaporkan telah mendistribusikan 6.026.667 ton pupuk bersubsidi hingga 11 September 2019. Ini setara dengan 68% dari distribusi 8,8 juta ton pupuk bersubsidi pada 2019 .

“Untuk mengantisipasi kebutuhan petani, kami sedang menyiapkan stok pupuk yang tidak didukung di kios,” katanya.

Namun, distribusinya lebih rendah dari tahun sebelumnya, yang mencapai 9,55 juta ton. Distribusi subsidi pupuk mencakup 2.612.641 ton pupuk urea, 583.313 ton pupuk SP-36, 636.207 ton pupuk ZA, 1.697.400 ton pupuk NPK dan 497.104 ton pupuk. pupuk organik.

Distribusi pupuk bersubsidi disediakan oleh anak perusahaan Pupuk Indonesia PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pusri Palembang,

Distribusi pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan No. 15 / M-DAG / PER / 4/2013 dari Menteri Perdagangan tentang pengadaan dan distribusi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Jalur I ke jalur IV dan dengan peraturan Menteri Pertanian nomor 47 / Permentan / SR. 310/11/2018 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi selama tahun keuangan 2019.