Mengendalikan Penyakit Dan Hama Pada Perkebunan Kelapa Sawit

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – Serangan penyakit dan hama pada tanaman memang tidaklah dapat kita hindari. Pada tingkat yang serius, serangan ini bisa berakibat sangat fatal dan panda akhirnya akan membusuk dan binasa. Pada tanaman sawit sendiri, penyakit dan hama ini bisa menurunkan produktifitas buahnya sendiri. Tentunya hal ini sangat harus kita hindari. Akan tetapi bukan berarti gangguan ini menjadi sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Sebelumnya dilakukan suatu pengamanan untuk mengatasi serangan penyakit dan hama, diperlukan pengenalan terlebih dahulu seperti gangguan dan ancaman pada perkebunan dan bagaimana cara untuk penanganannya.

Mengenali penyakit dan hama dan pengendaliannya

  • Busuk Pada Pangkal Batang

Biasanya penyakit seperti ini disebabkan oleh jamur Ganoderma Boninense. Kurangnya pengetahuan seorang petani akan tentang hal penyakit ini menyebabkan ketugian dengan jumlah yang sangat besar. Sebenarnya hal ini bisa ditangani dengan memberikan bimbingan pada para petani dimulai dari proses pemupukan. Untuk melakukan pemilihan pupuk untuk sawit tidak bisa dilakukan sembarangan. Sistem yang telah siterapkan oleh PKT sendiri selalu mengedepankan suatu kebutuhan untuk setiap tanaman. Dengan mengetahui kondisi PH pada tanah dan akar tanaman, aplikasi pemupukan untuk tingkat lanjut bisa dilakukan.

  • Daun Yang Menguning

Ditandai perubahan pada daun atau menguningnya pada daun hingga berubah menjadi warna kecoklat – coklatan dan mongering. Kalau terlihat daun sawit berubah warna menjadi menguning, itu berarti terkena virus yang biasa disebut potyvirus ini mulai menyerang. Jika tidak ditangani dengan cepat dan baik, maka lama – kelamaan daun akan menjadi layu dan kemungkinan panen tidak maksimal. Kenalilah tanda agar penanganan penyakit virus tersebut bisa dilakukan.

  • Cicin Merah

Cicin merah bukanlah cicin sembarangan pada tanaman sawit. Cicin merah biasanya disebut juga sebagai red ring disease dan merupakan salah satu ancaman yang paling berbahaya pada tanaman sawit. Gejalanya bisa terlihat dari daun yang tumbuh mengecil, juga terdapat bercak berwarna kuning hingga sampai berwarna jingga di petiol dan daun tombak. Dinamakan seperti karena biasanya pola bentuk cincin merah akan muncul pada batang meski tidak selalu. Maka dari itu, kumbang bertanduk harus cepat ditangani karena serangga tersebut sebagai perantara penularan nematode yang menyebabkan penyakit cincin merah terjadi.

  • Hama Tikus

Sepertinya hewan yang satu ini memang menjadi salah satu gangguan bagi tanaman dimanapun itu. Baik di perkebunan maupun di sawah. Hewan yang satu ini menyerang sawit pada masa sawit memulai pembibitan. Bayangkan saja sudah berapa banyak kerugian yang terjadi akibat ulah tikus yang merusak bibit sawit unggul. Adanya tikus karena disebabkan salah satunya oleh sistem sanitasi yang kutang baik pada suatu perkebunan. Seperti yang telah dilakukan oleh PT.Propadu Konaior Tarahubun (Plantination Key Technology/PKT), pada survey dilapangan dapat dibuat suatu sanitasi yang baik menemukan sarang tempat persembunyian tikus dan membersihkannya dari tumpukan sampah yang ada disekitar. Pada sisi lain, melakukan penyemprotan pestisida akan dilakukan dengan menyesuaikan luas lahan serta intensitas hama tikus itu sendiri.

  • Hama Ulat

Hama ulat ini yang terdapat pada perkebunan sawit biasanya adalah hama ulat api. Dari namanya saja sudah sangat menyeramkan, ulat api itu sendiri banyak sekali terdapat pada daun tumbuhan ini. dalam intensitas yang rendah, untuk penanganannya cukup hanya diambil secara manual. Jika penyebaran hama ini semakin meluas, maka pengendalian dilakukan dengan penyemprotan pestisida. Perlu anda ingat, bahwa melakukan penyemprotam pestisida ini sendiri dilakukan berdasarkan survey sehingga untuk penggunaan zat kimia pada cairan pestisida itu sendiri tidak menjadi momok untuk tanaman sawit.

  • Hama Kumbang

Hewan perusak yang satu ini merupakan gangguan yang paling banyak kita jumpai pada perkebunan sawit. Jenis kumbangnya biasanya yang kita jumpai adalah kumbang tanduk. Kumbang tanduk yang sering kita temui ini memiliki siklus hidup yang lumayan lama sehingga kemungkinan untuk bertambahnya populasi kumbang ini berakibat pada penurunan produktifitas buah sawit. Pengendalian ini harus benar dapat menekankan populasi pada hewan kumbang tanduk ini. sama seperti mengendalikan hama ulat api, maka dari itu harus ada perhitungan matang agar penggunakan insektisida/pestisida dapat mengurangi kerusakan pada lingkungan. Kunci suatu keberhasilan pada penanganannnya itu tergantung pada tim penanggulangan hama di perkebunan.

Itulah beberapa ancaman yang bisa kita temukan di perkebunan sawit. Bukan tidak bisa dikendalikan, akan tetapi semua tergantung bagaimana cara kita mengelola dan menerapkan manajemen perkebunan yang baik sehingga tingkat kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit dan hama tersebut bisa diatasi. Semoga penjelasan ini akam membantu anda.