Kementerian Pertanian Berikan Kebijakan Dalam Menaikan Tingkat Ekspor

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) telah menerapkan beberapa kebijakan yang merupakan kunci untuk meningkatkan ekspor pertanian pada 2019. Upaya ini telah dilakukan sejak empat setengah tahun terakhir untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Yang jelas adalah bahwa kami terus membuat terobosan kebijakan, terutama mengenai proses ekspor, meningkatkan sistem layanan karantina, membangun daerah pertanian berdasarkan keunggulan komparatif dan budaya, dan meningkatkan efisiensi dalam biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi pertanian,” kata Kepala Pusat Data dan Kementerian Sistem Informasi, Kariyasa dalam keterangan tertulis, Rabu (4/9/2019).

Kariyasa mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan diplomasi untuk memperluas jenis komoditas dan tujuan pasar ekspor ke negara-negara baru. Hal ini dilakukan mengingat investasi dan ekspor adalah pendorong utama perekonomian nasional.

“Hasil nyata dari kerja keras dan keseriusan Kementerian Pertanian dalam mendorong ekspor terbukti dari peningkatan ekspor selama Januari-Juli 2019 dibandingkan periode yang sama pada 2018. Karena itu, kebijakan ini harus ditanggapi dengan serius,” katanya. .

Kariyasa menjelaskan selama Januari-Juli, ekspor produk pertanian meningkat 3,0%. Angka ini jauh meningkat jika dibandingkan Januari-Juli 2018 yang hanya 22,71 juta ton atau naik menjadi 23,39 juta ton. Selain itu, pada Januari-Juli 2019, Indonesia juga mencatat surplus perdagangan produk pertanian sebesar US $ 4,25 miliar atau setara dengan Rp 61,52 triliun.

“Tidak hanya itu, kinerja ekspor produk pertanian selama 2014-2018 juga sangat menggembirakan. Ini terlihat pada 2013 di mana ekspor produk pertanian Indonesia masih berada di 33,5 juta ton. Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, jumlahnya terus meningkat, “dia berkata.

Menurut Kariyasa, pada 2018, ekspor pertanian Indonesia akan mencapai 42,5 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 9 juta ton atau 26,9% dibandingkan tahun 2013. Pada periode yang sama, nilai ekspor pertanian juga meningkat sebesar 29,6%, dari Rp 320,97 triliun pada 2013 menjadi Rp 415,87 triliun pada 2018.

“Angka-angka ekspor pada 2019 akan terus meningkat mengingat proses ekspor ke berbagai negara masih berlangsung,” pungkas Kariyasa.