Kementan Tidak Khawatir Dengan Penurunan Anggaran Dalam Sektor Pertanian

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – Sekretaris Jenderal Kementarian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono mengatakan tidak khawatirkan terkait adanya rencana penurunan anggaran sektor pertanian. Menurutnya, Kementan dalam lima tahun terakhir telah meningkatkan produksi dan mencukupi ketersediaan pangan.

“Bapak Menteri Pertanian sebagai policy maker secara cerdas dan berani telah menetapkan 80% anggaran Kementan fokus untuk kesejahteraan petani. Alokasi anggaran untuk pembangunan pertanian diperkuat luar biasa,” kata Momon dalam keterangannya, pada Selasa (20/8/2019).

Anggaran Kementan memang terus turun Setiap tahunnya. Pada 2015 anggaran yang tertinggi yaitu Rp 32,72 triliun. Kemudian 2016 turun menjadi Rp 27,72 triliun, tahun 2017 sebesar Rp 24,23 triliun, tahun 2018 sebesar Rp 23,9 triliun, dan tahun 2019 sebesar Rp 21,71, dan untuk 2020 ditentukan sebesar Rp 21,05 triliun.

“Kementan tidak terlalu memikirkan ke terkait itu. Capaian kinerja Kementan selama lima tahun, adanya penurunan anggaran bukan menurunkan kinerja. Namun, indikator kinerja makro Kementan selama 2014-2018 terus mengalami peningkatkan ,” ucap Momon.

Menurut Momon, dengan berbagai upaya unggulan dalam penyediaan benih unggul, alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan ketersediaan irigasi adalah kerja utama Kementan. Momon menyebutkan hasil penelitian dari Bappenas yang telah memberikan penghargaan belanja barang dalam program Kementan yang dinilai mengembangkan pertumbuhan ekonomi di daerah. Menurutnya, data BPS, BPKPM, dan Bappenas menjadi hasil bagus dalam capaian Kementan.

“Data ini memperlihatkan kesejahteraan petani dari tahun ke tahun meningkat dan Daya beli petani meningkat dan mereka mulai dapat menikmati hasil dari kinerja kerja mereka.” ucap Momon.

Momon menjelaskan lebih lanjut bahwa angka kemiskinan di perdesaan mengalami menurun drastis hingga 13.2% dan inflasi menurun terendah sepanjang sejarah. Hasil produksi komoditas strategis pun mencatat rekor baru dalam pencapaian kinerjanya. Pemilihan kebijakan yang tepat serta fokus pada program kinerja pembangunan pertanian. .

Beberapa dari program utama dan efisien didorong sebagai pemecah masalah. Contohnya untuk kecukupan lahan pertanian yaitu program strategis SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), dilanjutkan Program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera), dan penerapan inovasi perbenihan dan mekanisasi menuju pertanian modern. Hal yang tak kalah penting menurutnya yaitu menderegulasi aturan rumit menjadi mudah.