Pertamina Akan Minta Maaf Dan AKan Bertanggung Jawab Penuh Atas Tumpahan Minyak Yang Menimpa petani/Petambak

 

http://zehrabilgisayar.netZehrabilgisayar.Net-,- Seperti yang di ketahui bahwa beberapa belakang ini ada masalah tumpahan minyak yang di buat oleh pertamina sehingga membuat Petani/Petambak Garam sehingga membuat kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga para petani meminta bantuan kepada pemerintah untuk membantu mereka untuk bertanggung jawab yang apa sudah para pertamina lakukan, tidak mau tinggal diam para bagian kementrian perlautan dan perikanan langsung mendatangi pertamina untuk merundingkan masalah yang telah terjadi kepada Petani.

Seperti yang di kutip Zehrabilgisayar.Net. Diketahui Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Syamsu memastikan perusahaan minyak milik negara ini bertanggung jawab penuh atas peristiwa tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ). Saat ini, perseroan terus berupaya membersihkan tumpahan minyak di wilayah tersebut.

Kami dari pertamina akan bartanggung jawab atas yang sudah kami perbuat yang mengakibatkan tergangguan nya maka pencarian yang biasa di jalankan oleh para petani,Dan kami berharap para petani/petambak bisa membantu kami untuk melakukan pemberersihan yang sudah kami perbuat”,ucap Dharmawan saat di balai kota jakarta Senin (05/08).

Dharmawan mengatakan bahwa kami sudah berjanji untuk bertanggung jawab, kami sudah melaporkan tanggung jawab kami kepada kementerian perlautan dan perikanan(KKP) untuk mengikutin langkah langkah yang untuk membantu memberishkan kembali lautan masyarat dan akan mengikuti langkah langkah yang di berikan kepada Kementerian untuk bertanggung jawab atas yang sudah kami perbuat,Dharmawan di kutip Zehrabilgisayar.Net Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Syamsu juga berjanji akan sampaikan perkembangannya kepada Bapak Gubernur dan media massa minggu depan.

Syamsu berharap bahwa tumpahan minyak yang di alami tidak merambah menceramari laut-laut yang ada di Indonesia.