Petambak Garam Mengalami Kerugian 500-700 Juta Akibat Tumpahan Minyak Mentah & Meminta Bantuan Kepada Pemerintah Untuk Ganti Rugi

Zehrabilgisayar.Net,- Karawang— Sedang ramai di perbincangan para oleh petani di jakarta bahwa anjlok nya harga garam dan rugi nya petambak garam membuat petambak garam sudah lemas untuk mencari nafkah dari hasil tambak garam. Tumpahan minyak mentah yang barusan terjadi di Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore Nort West Java (PHE ONWJ) membuat para petani selalu meminta pertanggung jawaban terhadap pemerintah atas hal tersebut terjadi.

Harga kerugian yang di alami oleh petambak garam tidaklah sedikit kerugian yang di alami sekitar 500-700 juta. Mengakibatkan para petambak sudah tidak bisa memproduksi garam di karenakan garam yang akan kami produksi nantinya akan tercemar oleh minyak mentah yang tumpah tersebut.Dan harga untuk menjual nya juga sangat turun yang biasa nya kualitas kelas 1 harga bisa mencapai 380ribu perkilo sekarang menjadi 300ribu,melainkan dengan kualitas nomor 3 harga nya Rp 200ribu perkilo sehingga kami sudah lemas untuk menjual dan memproduksi garam lagi,ujar Ahmad Di kutip Zehrabilgisayar.Net pada Sabtu (03/08).

Ahmad juga mengungkapkan bahwa produksi di wilayah Tempuran dan Cilamaya Kulon rata-rata mencapai satu ton per hari, dan di 2 wilayah di pesisir utara Karawang itu ada sekitar 100-110 hektar petambakan garam.

Ahmad berharap bahwa pemerintah bisa membantu untuk menganti rugi atas yang tumpah nya minyak mentah,sehingga para petambak garam bisa melanjutkan pekerjaan mereka dan bisa memproduksi garam kembali dan membantu untuk menaikkan harga garam yang turun banget dari harga semula nya. Semenjak tumpah nya minyak tersebut kami hanya bisa memproduksi sedikit saja,ya kami berharap para pemerintah mau bantu untuk bertanggung jawab saja lah,saya juga mewakili para petambak sangat berterima kasih jika para pemerintah mau bantu kami” ujar Ahmad.