PT Pertamina Prioritaskan Penanganan Dampak Tumpahan Minyak Pada Lingkungan Terlebih Dahulu

Zehrabilgisayar.net, Migas – PT Pertamina (Persero) mengaku belum menentukan besaran ganti rugi kepada nelayan, dan masyarakat di sekitar bibir pantai yang terjadi akibat tumpahan minyak anjungan (rig) di lepas pantai YYA, Blok Migas Offshore North West Java (ONWJ).

Pertamina belum menghitung kerugian dari insiden yang terletak di 2 kilometer (km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. Ini dikarenakan Pertamina masih sedang menunggu laporan dari 11 posko penanganan.

Selain itu, Direktur Hulu Pertamina Damawan H Samsu mengatakan masih fokus pada penanganan tumpahan minyak agar tidak merugikan masyarakat termasuk merusak kelingkungan.

“Izinkan kami agar konsentrasi pada dampaknya terhadap lingkungan, biota laut, masyarakat. Agar itu semua bisa dikelola sebaik-baiknya,” ujar Damawan H Samsu.

Berkaca dari insiden yang pernah terjadi, manajemen akan melakukan prioritas penanganan maksimal, tanpa mempertimbangkan hitungan nominal, dan memastikan kebijakan ganti rugi tidak akan membuat keuangan perseroan terpuruk.

Proses penanganannya pun meliputi empat tahap yaitu. Pertama, tahap penanggulangan yang berlangsung pada periode Juli-Agustus 2019. Kedua, tahap pemulihan pada September-November 2019. Ketiga, tahap pasca pemulihan pada Desember 2019. Keempat, tahap rutin pada Januari 2020 dan seterusnya.

Ia meminta agar seluruh nelayan di pinggir pantai untuk segera melapor jika menemukan adanya tumpahan minyak yang masih belum ditangani. Nelayan juga diimbau untuk melaporkan koordinatnya untuk menangani tumpahan minyak secara mandiri lantaran cukup berisiko. “Kami akan melakukan penanggulangan dengan tuntas,” terangnya