Pertanian Jabar Menurun Sampai 10 % nya Setiap Tahunnya Dan Akan Berkomitmen Untuk Kedepannya Menjadi Lumbung Padi Nasional.

Zehrabilgisayar.Net-,TASIKMALAYA. Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menilai, lahan pertanian di wilayahnya mengalami menurun dari tahun ke tahun. Sampai saat ini bahwa kami mengecek ada sekitar 10% tiap tahunnya lahan pertanian yang menurun dalam waktu beberapa tahun terakhir ini,ujar Uu.

http://zehrabilgisayar.net/

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar, ada 573.842 hektare lahan pertanian. Jika 10 persen menyusut, artinya dalam setahun ada sekitar 57 ribu hektare lahan yang menghilang.Menurut Ruzhanul pesatnya pembangunan yang tak disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Yang lebih parah, keluarga petani tidak lagi mendorong atau melahirkan anak-anaknya untuk menjadi petani.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan mendorong lahirnya para petani milenial. Salah satunya dengan membuat sekolah menengan kejuruan (SMK) pertanian di kabupaten/kota yang memiliki potensi pertanian yang tinggi sehingga kedepannya pertanian akan semakin maju dan semakin subur jika ada program seperti ini.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memberikan alat pertanian yang modern kepada para kelompok petani. Pasalnya, agar anak muda hari ini tidak mau bertani karena lantaran tidak mau basah terkena lumpur sehingga menurut mereka jorok,dan pastinya mereka tidak mau menggunkan alat yang jaman dahulu punya,maka dari itu kami menyediakan alat yang modern dan canggih sehingga mereka mau turun tangan dalam pertanian.

Milenial dikombinasikan dengan teknologi modern, hasilnya pasti maksimal,ucap uu.

Ia juga mengimbau, daerah kabupaten/kota juga membuat perda serupa. Selain itu, ia meminta daerah menyelesaikan Perda RTRW. Dengan begitu, lanjut uu, orang yang ingin membangun tak bisa sembarangan harus ada izin dari pemerintahan,supaya untuk menjaga kestabilan pertanian.

Sehingga untuk tahun kedepannya pertanian di jabar bisa menjadi lumbung padi nasional,di karenakan di kota Tasikmalaya masih banyak terdapat lahan yang kosong mestipun sudah merupakan kota yang besar namun 60-65% lokasi di kota Tasikmalaya merupakan lahan pertanian.

Sehingga kami berkomitmen untuk kedepannya kota kami akan sebagai kota lumbung padi terbesar untuk Bangsa Indonesia,ujar uzhanul Ulum.