Anjloknya Harga Ayam Tingkat Nasional

Sejumlah peternak di Jawa Tengah mengaku terus mengalami kerugian karena penurunan harga ayam sejak 10 bulan terakhir. Bahkan setelah turunnya harga ayam dipasaran masyarakat di Jawa Tengah melakukan aksi protes mereka dengan membagikan ayamnya secara gratis karena murahnya harga ayam di pasaran dan banyaknya stok ayam yang masih belum terjual.

Salah satu peternak Karanganyar, Pardjuni memilih untuk membagikan ayamnya kepada masyarakat setempatnya dan mengalami kerugian Rp. 4.000 per ekor ayam. Padahal peternak memiliki ribuan ayam di kadang.

“Saya mempunyai 40.000 ekor ayam per bulan, jika di total kan dengan total kerugian Rp. 4.000 per ekor maka saya mengalami kerugian Rp 160 juta dalam bulan ini, dan ini bukan pertama kali nya saya mengalami kerugian, ini sudah berlangsung dalam 10 bulan terakhir.” ujar Pardjuni di sela pembagian ayam kepada masyarakat.

Dia mengaku telah banyak menjual ase-asetnya demi menutupi kerugian. Selain itu, ia mempunyai delapan karyawan yang harus ia gaji.

Kejadiaan ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah tapi ini juga terjadi di daerah Yogyakarta. Asosisasi Peternak Ayam Yogyakarta membagi-bagikan ribuan ayam broiler gratis di sejumlah daerah di Yogyakarta.

Aksi ini dilakukan agar pemerintah dapat cepat mengatasi agar peternah tidak terus mengalami kerugian.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap peternak dan Dinas Peternakan bertemu untuk melakukan diskusi guna menyelesaikan masalah anjlok nya harga ayam di pasaran dan mengatasi masalah over supply.

“Menanggapi isu over supply yang terjadi dipasaran, kami akan mencari pihak yang melakukan kecurangan. Kalau itu bisa teridentifakasi, maka akan ada jalan untuk penyelasaian masalah ini.”

Diketahui bahwa harga ayam di sejumlah provinsi mengalami keanjlokan harga hingga Rp. 7.000 ribu per kilogram di tingkat peternakan.