Indonesia Siap Genjot Ekspor Hasil Pertanian

Zehrabilgisayar.netIndonesia mendorong peningkatan ekspor buah-buahan tropis ke Cina seiring defisit neraca perdagangan Indonesia – Cina sebesar Rp 17 trilliun. Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mendorong peningkatan ekspor tersebut adalah mengikuti Fruit Expo 2019, Guangzhou, Cina.

Menurut Li Xiao Jun (Pimpinan Departemen Pertanian dan Urusan Perdesaan Cina) peluang ekspor bisa didapatkan mengingat, negara Cina tidak memproduksi manggis, salak dan durian yang merupakan buah-buahan yang cukup digemari oleh masyarakat Cina. Selain itu, menurut Xiao Jun, ada beberapa buah seperti pisang, buah naga dan lengkeng yang diproduksi sendiri. Namun, karena Cina merupakan negara 4 musim, maka tidak dapat diproduksi secara terus menerus. Jadi, pada saat produksi tidak ada, Cina akan membutuhkan impor dari negara lain.

Menurut Li Xiao Jun, kerjasama yang diharapkan adalah kerja sama berjangka panjang. Li Xiao Jun berjanji akan memikirkan cara untuk meningkatkan hubungan perdangan  Cina – Indonesia.

Menurut Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementrian Luar Negeri RI, Rossy Verona langkah Indonesia sebagai prioritas utama adalah untuk memperkecil defisit perdangan. Untuk itu, Rossy Verona mengudang pemerintah Propinsi Guangzhou mengunjungi Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung 16-20 Oktober 2019 di Indonesia.