688 Hektare Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

zehrabilgisayar.net – Musim kemarau mulai mempengaruhi lahan pertanian, ada ratusan hektare areal di persawahan Kabupaten Sukabumi terancam kekeringan.

“Dari data yang dihimpun ada seluas 688 hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Sukabumi, Sudrajat.

Data sementara, luas lahan yang terancam kekeringan terbagi atas beberapa beberapa kecamatan diantaranya : Kecamatan Ciemas (409 hektare), Kecamatan Pabuaran (180 hektare), Kecamatan Simpenan (56 hektare), Kecamatan Surade (26 Hektare) dan Kecamatan Sibitung (17 hektare).

Untuk langkah pencegahan, Sudrajat mengatakan sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan pompanisasi untuk daerah yang masih terdapat sarana air.

Sudrajat juga mengklaim lahan pertanian yang terancam kekeringan dapat terselamatkan. Sudrajat juga berharap tidak ada lahan yang gagal panen. Hal ini untuk mencegah kerugian yang dialami petani akibat gagal panen.

Menurut Sudrajat, pada musim kemarau, sebaiknya petani beralih menanam tanapan palawija. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga tengah serius melakukan pengembangan kawasan buah-buahan.

Berdasarkan keterangan dari KTNA (Ketua Tani Nelayan Andalan), mayoritas petani saat ini sudah beralih menanam tantaman palawija seperti Semangka. Menurutnya, peralihan ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau yang mulai terasa di selatan Sukabumi. Sahlan juga menyebutkan apabila menanam padi dikhawatirkan akan kesulitan mendapatkan pengairan.

Sahlan menyebutkan, selain faktor cuaca, petani menilai jenis buah-buahan akan menjadi incaran pada saat bulan Ramadhan yang baru lewat tersebut. Pada momen tersebut, permintaan buah-buahan meningkat dan hal ini menguntungkan petani.