Impor Bawang Putih Cukup Dilakukan Importir Swasta

zehrabilgisayar.net – Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, impor bawang putih saat ini cukup dilakukan oleh perusahaan importir. Menurutnya, “Harga bawang putih sudah stabil, dan kita cukup importir saja yang melaksanakan impor,” kata Enggar.

Sesuai dengan Peraturan Mentri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017 juncto 24 Tahun 2018 disebutkan, importir bawang putih dikenakan kewajiban tanam sebesar 5 persen dari volume impor yang didapat dari rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH).

Direktur Jendral Tanaman Hortikultura Kementan Suwandi mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengeluarkan 29 RIPH setara kuota impor sebesar 300 ribu ton kepada importir yang sudah melaksanakan kewajiban tanam 5%. Menurutnya, saat ini jumlah bawang putih masih cukup banyak dan akan ditindaklanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Saat ini Bulog diberi penugasan melakukan importasi bawang putih sebanyak 100 ribu ton untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Lebaran. Namun, hingga kini penugasan tersebut belum terealisasi. Namun, sejak masuknya bawang putih impor oleh importir swasta, harga bawang putih berangsur turun. Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pasaran Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang putih ukuran sedang pada senin, 27 Mei 2019 berada pada kisaran Rp 41.250 – Rp 59.200 per kilogram. Atau turun sekitar 52-65% dibandingkan harga rata-rata bawang putih nasional di awal Mei 2019.

Menurut Kepala Bidang Informasi dan Humas Bulog, Teguh Firmansyah mengatakan meskipun bawang putih impor sudah masuk dan mempengaruhi penurunan harga, namun penurunan ini belum terjadi secara merata khususnya di wilayah pelosok.