Museum Pertanian Bogor Diapresiasi Tokoh Internasional

zehrabilgisayar.netMuseum Pertanian serta gedung perpustakaan di kawasan Bogor, Jawa Barat, jadi simbol pengetahuan sejarah pertanian bangsa Indonesia dari masa ke masa. Pendirian museum itu pun dapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh seperti duta besar dan lembaga internasional.

Apresiasi terkait peresmian Museum Pertanian itu datang dari Dubes Argentina Ricardo Luis Bolacandro. Luis nyatakan museum itu miliki nilai kebangsaan dan mengesankan semua orang yang datang. Ia juga tertarik dengan kemajuan teknologi pertanian seperti autonomous traktor dan teknologi budidaya sapi.

“Keberadaan museum ini akan tingkatkan jumlah wisata ke kota Bogor. Yang tak kalah penting, museum ini memiliki peran penting dalam perkembangan pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Tapi saya memberi masukan agar ke depan ada fasilitas terjemahan multi bahasa Inggris dan Spanyol,” ungkap Luis

Apresiasi juga disampaikan Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard. Ia katakan pendirian museum itu merupakan pencapaian besar untuk sektor pertanian Indonesia, terutama dalam dukung pelestarian dan pemanfaatan pengetahuan pertanian.

“Secara khusus, saya sampaikan ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pertanian,” ucap Rudgard.

Direktur wilayah Indonesia dari International Fund for Agricultural Development, Ron Hartmann, juga apresiasi pembangunan museum tersebut karena membuka pandangan negara lain terhadap kemajuan pertanian Indonesia.

Ketika saya datang, saya tangkap impresi yang luar biasa atas gagasan pendirian museum ini. Secara khusus, saya terkesima dengan Galeri Pertanian Masa Depan yang terletak di gedung C lantai 3. Area ini menjadi bagian terfavorit saya karena banyak inovasi dan teknologi,” katanya.

Hartmann tambahkan keberadaan museum tersebut juga miliki peran penting dalam majukan sektor pertanian melalui tangan-tangan anak muda. Terlebih, bentuk arsitektur museum sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Sementara itu, Perwakilan United States Agency for International Development (USAID), Chris Rittgers ngaku sangat terkesan dengan tata letak dan pencahayaan di seluruh ruangan museum.

“Tapi saya beri masukan agar setiap foto di dalam museum dapat diberi informasi terkait tanggal pengambilan foto,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Kantor TETO negara Taiwan ngaku terkesan dengan display seragam dan topi bertuliskan Bekerja, yang merupakan kepanjangan dari Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.

“Saya juga suka dengan kalimat tatar yang terpampang seperti #Sepenuhhati yang sangat menginspirasi. Ia menilai negaranya harus mengadopsi museum ini untuk ingat peran penting sektor pertanian,” katanya.

Selain itu, juga perwakilan NZ Embassy, Mr Jack Lee yang beri apresiasi terhadap pembangunan museum pertanian. Menurutnya, secara keseluruhan museum tersebut sudah sangat bagus, terlebih pada Isi Galeri Future Farming yang miliki banyak potensi untuk dikembangkan.

“Saya terus terang akan sangat terbantu jika terdapat informasi dalam bahasa Inggris untuk setiap area,” ungkapnya.

Menyikapi apresiasi yang datang dari berbagai organisasi dan dubes internasional, Menteri Pertanian Amran Sulaiman harapkan museum tersebut dapat inspirasi anak muda Indonesia untuk bangun pertanian.