Timor Lester Ungkapkan Keinginan Untuk Tambah Jumlah Impor Berupa Produk Unggas

Zehrabilgisayar.netPemerintah diwakili Kementerian Pertanian dan swasta dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk serta sejumlah delegasi dari Republik Demokratik Timor Leste lakukan pertemuan dalam acara entry meeting Import Risk Analysis (IRA) untuk produk unggas.

Dari acara yang digelar di Surabaya, Selasa kemarin, Timor Lester ungkapkan ketertarikannya untuk tambah jumlah impor yaitu berupa produk unggas. Impor ini diambil dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

“Saat ini kami telah setujui usulan penambahan impor dari unit usaha lain di Indonesia yang dimulai dengan kegiatan IRA pada 8 sampai 12 April 2019 untuk komoditi unggas PT. Japfa Comfeed Indonesia,” ungkap Direktur Jenderal Peternakan RDTL.

Pelaksanaan IRA oleh Delegasi RDTL terhadap unit usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, diakui Domingos sebagai salah satu hasil tindak lanjut dari kerja sama bersama Government to Government antara Republik Indonesia dan RDTL. Dan juga untuk keberhasilan Indonesia dalam laksanakan kompartemen bebas AI sehingga penuhi persyaratan perdagangan Internasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menilai ekspor Indonesia untuk produk peternakan ke Timor Leste mencapai US$ 9,5 juta pada tahun 2018. Nilai ekspor tersebut masih bisa terus berkembang dengan diversifikasi produk yang diekspor dan meningkatnya minat serta kepercayaan RDTL terhadap produk produk Indonesia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh delegasi dari RDTL lainnya seperti antara lain Direktur Kesehatan Hewan Joanita Bendita, Direktur Karantina dan Biosekuriti Venacio Oliviera dan Kepala Departemen Pakan Hijauan dan Nutrisi Hewan Mario J. Morais dan tiga orang pelaku usaha dari RDTL.